Breaking

Thursday, January 10, 2019

Menjelajah Wisata Sumbermalang yang Tersembunyi, Hingga Kediaman Dewi Regganis Argopuro




wistakul.com - Sumbermalang adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Situbondo Jawa Timur, di mana tempat tersebut adalah sebuah pegunungan yang segar dan masih asri. Ternyata di daerah ini tersimpan kaya akan tempat wista, salah satunya adalah gunung Rengganis.

Yang sebelumnya menjadi perdebatan antara empat kabupaten di Jawa Timur yang berada di kawasan gunung Regganis. Sebelum kita beranjak menuju gunung Rengganis, Cikasur. Alangkah baiknya kita menuju tempat bersejarah peninggalan nenek moyang pada masa Hindu - Budha yang dianggap mempunyai misteri.

Mungkin ini agak terasa asing bagi pendaki dari luar kota dan tidak sebooming Rengganis, tapi perlu diingat ternyata sebelum menuju puncak Rengganis masih ada peninggalan yang bersejarah yaitu situs batu tangga (batu undaan) kini mulai terendus oleh para pendaki. Sebenarnya sebelum batu undaan ada juga situs batu kodok, yang biasanya dibuat foto selfie para muda-mudi dari warga sekitar hingga dari luar kota.

Jalan menuju Rengganis dari Besuki


Untuk di Batu kodok pengunjung biasanya sore terlihat ramai, karena spot untuk mengambil foto sangat pas dengan nuansa biasan matahari yang mulai berubah menjadi merah keemas-emasan di balik gunung.Ternyata selain wisata gunung Rengganis, masih ada rangkaian tempat-tempat purbakala bersejarah yang telah terlewatkan.

Jembatan sungai di Widoropayung


Cagar budaya yang dilindungi pemerintah ini terletak di dusun Binong, desa Plalangan kecamatan Sumbermalang. Letak tepatnya disebelah barat jalan raya utama sebelum rute pendakian Argopuro.

Jika kalian dari luar kota dan tidak membawa kendaraan alangkah baiknya kalian naik ojek dari besuki. Angkot atau kendaraan umum dari besuki, tapi agak sulit menemukan akses menuju ke sana jika kalian tidak menggunakan alat transportasi ojek. Dulu sangat banyak angkot seperti bemo/lyn, pickup. Ntah kenapa saat ini sangat sulit menemukan angkot ke Sumbermalang.

Untuk ke wisata Rengganis melewati Desa Jambaran


Jika kalian ingin menggunakan alat transportasi lyn ataupun pickup, sebaiknya kamu datang pagi-pagi sekali menuju pangkalan transportasi umum. kalau tidak di Gardu Gedung ya di Pasar Hewan (Seninan). Biasanya angkot tersebut menunggu penumpang yang ingin berjualan di daerah Sumbermalang dan sekitarnya.

Pemandangan dari atas bukit Desa Jambaran

Angkot mulai berkurang sejak banyak penduduk yang mempunyai kendaraan bermotor. Saat saya berada di Sumbermalang pada tahun 2000an kendaraan bermotor sangat minim sekali.

Situs Batu Berundak

Berbicara situs batu berundak memang menuai banyak versi bahwa situs batu undaan/berundak ini adalah sebagai tempat pemujaan pada era kerajaan Majapahit pada masanya. Dan ada yang berpendapat bahwa batu berundak ini adalah tempat peristirahatan atau tempat petilasan, peristirahatan pada zaman dulu untuk menuju singgasana kerjaan Dewi Rengganis.

Batu Kodok Plalangan - Sumbermalang


Meskipun terdapat banyak versi, tempat tersebut wajib dijaga dan dilestarikan agar sejarah tetap terjaga dan tidak hanya terkenal namanya saja. Akan tetapi terdapat bukti nyata dan benar-benar terlihat wujudnya, cagar budaya sebagai aset daerah yang tidak ternilai harganya. Dalam mewujudkan pelestarian, pemerintah telah menangani situs ini, yaitu dengan menempatkan petugas secara khusus untuk menangani, menjaga dan merawat situs batu berundak tersebut.

Perlu kalian ketahui ternyata tidak hanya itu yang mempunyai nilai sejarah, tetapi ada tempat lain yang kudu kalian ketahui, yaitu di desa Baderan terdapat petilasan Pengandaran yang setiap tahun diadakan tempat ritual selamatan desa (kadisah). Tak hanya itu, untuk para pendaki yang ingin menuju ke gunung Rengganis ke tempat kediaman Dewi Rengganis, Cikasur biasanya mampir di tempat tersebut. Intinya sebagai gerbang untuk menuju ke Cikasur dan Gunung Rengganis.

Jarak tempuh dari Besuki ke Desa Baderan Kecamatan Sumbermalang kurang lebih sekitar 20 km, jadi tempat ini lumayan sedikit jauh dari pusat kota Besuki. Iklim di sana sangat dingin apalagi kalian sudah memasuki Desa Baderan sesudah Tlogosari pasti dingin banget.

Situs Batu Berundak/Batu Tangga


Menggunakan jalur rate Besuki kalian akan melewati Desa Blimbing Jetis, setelah itu akan masuk Widoropayung. Nah! dari Widoropayung nanti kalian akan menemukan jalan tanjakan yang nantinya akan melintasi desa Jambaran. Memasuki Jambaran ke atas sedikit kalian akan disuguhkan pemandangan nan indah dari atas bukit. Pemandangan tersebut tidak jauh dari situs Batu Kodok dan Batu Undaan. Di tempat itu mungkin kalian bisa beristirahat sejenak sambil mengambil spot-spot yang layak dijadikan momen-momen terindahmu dalam perjalanan menuju singgasana Dewi Rengganis.

Tips Menjelajah Puncak Gunung Rengganis


  1. Sebelum kalian kesana usahakan keadaan kalian benar-benar fit dan tidak dalam keadaan tidak enak badan, sehingga jika dilanjutkan akan berakibat tidak baik. karena cuaca di sana tidak memungkinkan.
  2. Bagi yang dari luar kota hendaknya bersama dengan orang atau teman yang sudah memahami seluk-beluk tempat tersebut. Mengapa demikaian? karena waktu itu banyak seorang pendaki yang kesasar bahkan ada yang meninggal karena dia berpencar dengan rombongannya.
  3. Sebaiknya dalam pendakian ini dalam bentuk grup atau bersama-sama tidak berpencar dengan yang lain. Karena sampai saat ini tempat tersebut di anggap misteri dan angker. Banyak kejadian-kejadian aneh yang pernah dialami seorang pendaki sebelumnya. Salah satunya mereka digambarkan diajak seseorang melintasi bunga-bunga yang indah, yang saat itu dinyatakan hilang setelah ditemukan oleh warga sudah keadaan pingsan. Setelah sadar dia mengatakan "saya di bawa seorang perempuan yang sangat cantik melewati bunga-bunga, dan itu hanya saya yang di ajak oleh perempuan itu," pemuda beberapa tahun lalu.
  4. Jangan sering berteriak yang tidak terlalu penting, berkata kotor karena akan berakibat tidak baik.(pada zaman dulu)
  5. Membawa peralatan kemah, mantel, jaket tebal karena di sana sangat dingin sekali.
  6. Jika tidak mempunyai teman yang tidak paham seluk beluk tempat tersebut alangkah baiknya menggunakan guide warga setempat yang berpengalaman ke Argopuro. Jika tidak usahakan selalu bersama dan jangan berpencar, berjalanlah secara berkelompok untuk antisipasi jika tersesat.
Sesampai di baderan sanggera`an kalian akan menuju ke batu pintu (tolabeng). Yang saat ini telah diganti nama menjadi " The Hidden Paradise Cikasur Savanna"Berbagai panorama indah bisa diambil dari spot yang memukau serta pemandangan air turjun yang tampak dari kejauhan.

The Hidden Paradise Cikasur Savanna


Hingga komunitas Jeepers Situbondo mengunjungi sekaligus mempromosikan pariwisata Puncak Rengganis di Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo.




 Spotlite Trans7 Dirgahayu Transmedia ke 17 di wisata Rengganis


Selain mempromosikan wisata Puncak Rengganis yang pamoramanya mempesona tersebut, Komunitas Jeepers C4X4S Situbondo juga melakukan syuting "Spotlite" salah satu program di televisi nasional.

Rombongon Komunitas Jeepers Situbondo yang dipimpin Kapolres Situbondo AKBP. Awan Hariono SH, SIK, MH dan Wabup Situbondo Ir. H. Yoyok Mulyadi MSi bergerak dari depan halaman Polres Situbondo menuju tempat wisata yang saat ini pembangunan sedang digarap secara serius oleh Pemkab Situbondo sebagai destinasi waisata baru Puncak Rengganis.

Meskipun baru dibangun lonjakan pengunjung di tempat tersebut sangat drastis sekali, terutama pada pembukaan tahun baru 2019. Tempat ini sangat ramai sekali banyak yang dari beberapa kota rela menginjakkan kaki di wisata Rengganis. Pada saat itu tiket masuk 5.000 waktu tahun baru. Untuk hari-hari biasa mungkin tidak ada tiket alias gratis.

Tidak seperti yang kalian pikirkan bahwa di sana tidak ada para penghuni, di sana akan terlihat para petani yang tinggal di gubuk-gubuk kecil menjaga tanamannya. Tanaman itu dijaga supaya tidak dirusak dan dimakan binatang yang sering berkeliaran didaerah tersebut khususnya babi hutan dan moyet. Serta tidak jarang melihat warga yang memikul bambu untuk dijadikan pemasukan ekonomi mereka, mayoritas penduduk di sana adalah bertani, ternak dan berdagang. Pak Eli adalah seorang petani di dusun krajan kalirejo yang biasanya saat senggang menyempatkan diri untuk mencari bambu di daerah kontrak (nama lokasi yang dekat dengan tolabeng). Bambu tersebut nantinya akan dibuat seperti anyaman yang nantinya akan berbentuk kotak persegi panjang dan bujursangkar. Kotak yang berbentuk bujursangkar biasanya harganya lebih mahal karena dibuat dengan anyaman yang rapat biasanya disebut "besek", ini biasanya dipergunakan untuk tempat tape. Sedangkangkan untuk yang berbentuk persegi panjang dikasi nama "bernyit" fungsinya untuk tempat ikan dan harganya relatif murah dari pada "besek".

Dalam pengambilan bambu tentunya tidak semudah yang kita bayangkan, mereka rela menerjang semak belukar dan berbagai duri yang pernah menempel dikulitnya sudah dia rasakan tidak lupa membawa bekal makanan yang dianggap bertahan lama alias tidak cepat basi penduduk setempat menyebutnya "nasek guluk". Kadang memaksanya untuk mencari sayur di Argopuro terkenal dengan nama "arnong" dan tidak lupa membawa beberapa ikat bunga edelweiss. Memang hidup ini tidak semudah yang sebagian orang katakan, untuk mendapatkan sesuatu harus ditempuh dengan pengorbanan sampai bermandikan keringat dan tetesan darah, baru mereka akan mendapatkan hasil, ia begitulah hidup yang harus dijalani. Itu mereka tentang cuplikan penduduk setempat.

Cikasur

Sabana Cikasur

 

Saat kalian melewati "tolabeng" maka kalian akan melihat lapangan udara yang sudah tidak terawat dengan ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut di pulau Jawa. Tidak ada akses kendaraan kesana hanya bisa dilewati jalan setapak dari tolabeng ke Cikasur. Lapangan tersebut tidak bisa disebut lapangan terbang lagi, karena landasan pacu yang sudah tertutupi oleh sabana, dan terdapat rumah sebagai fungsi untuk mengontrol lapangan yang sudah rusak dimakan oleh waktu dan tidak adanya pihak atau petugas yang menanganinya. sejauh mata memandang terlihat hamparan sabana yang begitu indah.

Silahkan pilih komentar kalian via Disqus, Blogger, Facebook dan berikan saran di bawah ini.
Jika artikel ini layak untuk di share, silahkan share ke medsos kalian. Terima kasih :)



Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments