Breaking

Wednesday, January 16, 2019

Mendaki Gunung Semeru dan Gunung Bromo di Jawa Timur

Gunung Semeru

wistakul.com – Kali ini mari kita menjelajah pendakian gunung yang ada di daerah Jawa Timur, berbagai informasi yang telah wistakul.com kumpulkan untuk melengkapi daftar wisata kamu, sehingga bisa melihat situasi dan kondisi yang berada di tempat-tempat yang di posting ini. Gunung memang tempat yang nyaman untuk menghirup udara segar, setelah sekian lama tinggal di kota yang setiap hari, malam terdengar hanya bunyi kendaraan dan di mana-mana polusi selalu melekat pada penciuman kita. Maka dari itu alangkah baiknya untuk refreshing sejenak dengan mendaki gunung, merasakan hamparan alam yang begitu indah serta gemercik air dan angin yang menyentuh raga kita. Tidak hanya itu dengan pendakian tubuh kita menjadi lebih banyak aktivitas, mungkin karena terbiasa kerja nyatai tidak pernah ada aktivitas untuk mengeluarkan keringat, sehingga badan kita tidak sehat karena kurang gerak. Ada beberapa rekomendasi yang bisa kalian jelajahi untuk panduan wisata kamu adalah sebagai berikut:

Gunung Semeru


Bagi orang Jawa timur, Gunung Semeru atau bisa disebut juga Gunung Meru, pasti sudah akrab banget dengan pendengaran kita. Atau mungkin kalian telah berhasil menaklukkan Gunung tersebut? Untuk yang sudah pernah mendaki pasti kalian telah menemukan keindahan di sana, tapi untuk yang belum pernah kesana artikel ini akan memberikan petunjuk tentang Gunung Semeru. Gunung Semeru adalah sebuah gunung berapi kerucut yang terletak di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl).

Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Kalian bisa menyaksikan kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Sebenarnya Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung ini sangat sering di liput oleh media dan bahkan ada beberapa film yang mengambil setting di gunung yang populer dengan nama Gunung Semeru ini.  Bila kalian seorang fotografer atau hanya ingin jepret-jepret  lokasi spot terindah demi mengabadikan momen-momen terindahmu, tidak ada salahnya jika kamu menuju ke Ranu Kumbolo yang bisa kalian temukan di Gunung Semeru.

Puncak Mahameru atau disebut juga tinggi dari Gunung Semeru tersebut,  tingginya adalah sekitar 3676 meter di atas permukaan laut dan tentu saja dengan ketinggian seperti itu, Gunung Semeru ini di tanah jawa menjadi gunung tertinggi. Silahkan datang ke malang dan mulai dari Ranu Pani petualangan kamu untuk mendaki gunung di malang yang paling indah ini akan di mulai.
Melihat dari sisi sejarah, bahwa pada bulan November 1997 Gunung Semeru meletus sebanyak 2990 kali, pada saat itu terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.

Ada beberapa orang yang pertama kali menginjakkan kaki di Gunung Semeru, siapakah dia? Ternyata orang yang pertama kali mendaki gunung tersebut  adalah Clignet dan Winny Brigita (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.

Ada peringatan bagi para pendaki bahwa pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar, jadi kalian harus hati-hati dan patuhi apa yang telah dilarang, agar kalian bisa selamat sampai tujuan. Karena gas beracun ini dikenal dengan sebutan Wedhus Gembel  itu yang disebutkan oleh penduduk setempat. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 - 10 derajat Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajat Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember - Januari sering ada badai. Dengan hal seperti itu kalian bisa antisipasi untuk mendaki gunung Semeru.


Gunung Bromo

Gunung Bromo


Sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Bromo sudah sangat terkenal bagi kalangan wisatawan dalam negeri maupun luar negeri, memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sehingga tidak heran jika banyak aksesoris-aksesoris yang di jadikan ikonik Jawa timur yaitu gunung Bromo. Pasti kamu pernah melihat kaos ada gambar gunung Bromo, notes, kalender, dan berbagai macam aksesoris lainnya. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Jika kamu ingin melihat keindahan gunung Bromo, kamu bisa menggunakan tiga jalur, antara lain Probolinggo, Nongko Jajar dan Tumpang. Akan tetapi bagi kamu yang berada di area Malang, tentu akan lebih dekat apabila kamu melewati jalur Tumpang.  Berbagai spot indah bisa kamu dapatkan di sana, pendakian kalian tidak akan sia-sia, karena sudah terpenuhi dengan suguhan keindahan alam yang sangat mempesona. Diantaranya seperti Bukit Teletubbies, Puncak Penanjakan, Pasir Berbisik, Gunung Batok dan Kawah gunung Bromo itu sendiri.  Untuk menuju pusat objek wista bisa melalui pintu sebelah barat jika dari arah Pasuruan, nantinya akan memasuki desa Tosari. Memang perjalanan melawati pintu barat terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat  biasa ini dikarenakan jalan turunan dari penanjakan ke arah lautan pasir sangatlah curam, ada penyewaan mobil jeep yang telah disediakan oleh pengelola wisata.

Banyak wisatawan yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi. kamu bisa menggunakan jalur  pintu utara dari arah sebelum masuk Probolinggo yaitu pada daerah Tongas, kita akan menuju desa Cemoro Lawang sebelum turun menuju lautan pasir maka tidaklah terlalu berat dikarenakan turunan dari lerengnya tidaklah terlalu curam sehingga sepeda motor pun dapat melaluinya dengan mudah. Sudah banyak  para wisatawan yang ingin mudah mencapai lautan pasir melewati jalur utara. Akan tetapi bagi kalian yang ingin menyaksikan momen matahari terbit alangkah baiknya melewati jalur pintu barat  puncak penanjakan.

Jika kamu sudah terbiasa mendaki gunung dan mempunyai jiwa seorang petualang yang tangguh, tidak ada salahnya jika mencoba jalur perjalanan  yang jarang di lalui oleh wisatawan, meskipun kamu adalah seorang yang senang akan berpetualang, wajib untuk selalu berhati-hati, karena namanya pendakian tidak selalu berjalan mulus sesuai harapan kita. Untuk melewati jalan yang jarang di lalui wisatawan, dari  kota Malang kamu masuk melalui kota kecil tumpang kemudian masuk kota Pronojiwo lalu akan melalui cagar alam yang sangat indah dari sini kamu akan menjumpai pertigaan, pertigaan tersebut bernama Jemplang,  jalan di mana ke arah selatan akan memasuki Ranu Pane (ke arah Gunung Semeru) dan ke arah utara memasuki lautan pasir Bromo yang berada di punggung Gunung Bromo sebelah selatan.

Saat melakukan perjalanan kalian akan menuruni sebuah bukit, tak lama kemudian terlihatlah pemandangan rumput di sambung dengan hamparan lautan. Jalan ini akan mengitari Gunung Bromo melewati lautan pasir selama kurang lebih 3 jam. Jika melihat dari kondisi tempatnya, jalur ini bisa dilalui sepeda motor karena sebenarnya tidak terlalu curam, asalkan kalian tahu mengapa jalur ini jarang di lewati para wisatawan  alasannya karena tidak ada satupun persinggahan maupun rumah penduduk, sehingga bagi yang masih ragu lewat di jalur ini alangkah baiknya untuk tidak melewatinya. Memang kita akan benar- benar disuguhkan dengan perjalanan yang sangat menantang. Namun kamu akan  merasakan nuansa padang ruput sabana dan bunga yang sangat luas berada bersembunyi di balik Gunung Bromo.

Jika kalian amati memang  pemandangan yang berkebalikan pada sisi utaranya yang gersang dan berdebu. Sebenarnya ada waktunya jika ingin memilih akses jalan ini pada malam hari  karena situasi tidak memungkinkan  karena cuaca yang berkabut, sehingga jalur tidak akan jelas dalam kondisi seperti itu.

Silahkan pilih komentar kalian via Disqus, Blogger, Facebook dan berikan saran di bawah ini. Jika artikel ini layak untuk di share, silahkan share ke medsos kalian. Terima kasih :)   
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments