Breaking

Saturday, March 2, 2019

Tempat Wisata dan Kuliner di Surabaya yang Perlu Kalian Ketahui

Kepiting

wistakul.com - Kali ini Wista akan share beberapa kuliner Surabaya yang melegenda. Surabaya sebagai salah satu ibukota salah satu provinsi terbesar di Indonesia ini dikenal dengan kulinernya yang kaya akan rasa manis, asin, dan pedas. Hal ini karena di Surabaya banyak pendatang dari berbagai daerah yang membawa ciri khas masing-masing, seperti: Madura, Jawa Tengah, Bali, Lombok hingga Flores.

Uniknya, beberapa kuliner tersebut berpadu dengan citarasa setempat dan menciptakan sebuah rasa yang sangat fantastik lho gaes...

Hmm..pastinya sudah tidak tahan pengen tahu ya.. Yuk ikut Wista!

1. Rujak Cingur Ahmad Jaiz

Rujak Cingur Ahmad Jaiz

Rujak cingur adalah kuliner khas Surabaya yang menggunakan cingur sebagai salah satu bahannya, disamping aneka sayuran dan buah-buahan seperti kangkung, toge, bengkuang dan mentimun. Potongan tahu goreng dan tempe kering juga tampak terselip di antaranya sebelum diguyur dengan bumbu rujak berwarna hitam pekat olahan kacang dan bumbu petis yang beraroma khas, hasil ulekan Ny. Ng Giok Tjoe yang sudah mulai berjualan rujak cingur ini sejak tahun 70an lho gaes. Lalu apa yang membuat istimewa dari Rujak Cingur Ahmad Jais ini sehingga sanggup bertahan hingga puluhan tahun sampai sekarang?

Rujak cingur racikan Ny. Ng Giok Tjoe, yang paling utama adalah daging cingurnya berlimpah, bersih dan tanpa bau amis. Selain itu rujaknya juga memiliki kekenyalan yang pas, tidak alot dan juga tidak terlalu lunak.

Satu porsi yang tersaji di Rujak Cingur Ahmad Jais ini juga sangatlah berlimpah, cukuplah untuk berdua kecuali ketika perut tengah keroncongan. Untuk rujak cingur yang spesial ini, harganya juga sangat spesial lho gaes wow..jangan coba-coba ke sini jika isi dompet kalian 20 ribu ya hehe.

Mahalnya harga tersebut, terbayar dengan nikmat dan lezatnya rasa rujak dan tidak menyurutkan pelanggan untuk tetap antri menikmati kuliner khas legendaris dari kota Pahlawan ini.

Rujak Cingur Achmad Jais
Jl. Achmad Jais No.40, Peneleh, Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60274


2. Lontong Balap Garuda Pak Gendut

Lontong Balap Garuda Pak Gendut

Lontong balap ini sudah dirintis sejak tahun 1956 oleh Pak Gendut, namun sekarang usaha ini dilanjutkan oleh anak-anaknya setelah Beliau meninggal dunia. Konon, nama lontong balap ini bermula dari para penjual lontong yang berjualan keliling ke kampung-kampung dengan memikul 2 gentong di kanan dan kirinya. Yang satu sebagai wadah bahan dan yang satunya lagi untuk peralatan lainnya, karena bebannya yang cukup berat, sehingga penjual tersebut berjalannya sangat cepat seperti orang yang sedang balapan.

Kata balapan itu sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya mengadu kecepatan, namun ada juga yang menyebutkannya dalam versi lain tentang asal-usul lontong balap yang kini menjadi salah sau kuliner khas Surabaya.

Seporsi Lontong Balap berisi irisan lontong, kecambah, lento, kuah segar, kecap, dan bawang goreng. Rasanya yang gurih membuat Lontong Balap Pak Gendut ini terus laris dan menjadi salah satu destinasi kuliner khas Surabaya lho.

Lontong Balap Garuda "Pak Gendut"
 

Jl. Embong Malang No.38

Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.11




3. Sate Lisidu

Sate Lisidu

Nyam-nyam..Sate ayam lisidu sendiri ini mulai didirikan pada tahun 1997. Sate ayam lisidu dicetuskan oleh almarhum bapak Istianto. Atas kerendahan hatinya, almarhum bapak Istianto ingin membuat sate lisidu ini bisa menjadi salah satu ikon yang dicari saat kalian berada di Surabaya. Dan uniknya, nama sate lisidu sendiri berasal dari plat mobil kijang rover milik keluarga, yang bertuliskan L 1551 DU, atau yang bisa kita baca menjadi lisidu.

Sajian masakan sate lisidu ini sangat melegenda, sampai-sampai sate lisidu beberapa kali menjadi hidangan Istana kepresidenan pada HUT Proklamasi Kemerdekaan. Tak diragukan lagi, mengapa sate lisidu sempat beberapa kali menghias meja jamuan di Istana Negara. Selain karna rasanya yang nikmat, cara memasak sate lisidu juga cukup unik. Sate lisidu berasal dari potongan daging ayam yang dibentuk pipih dan dimasak terlebih dahulu sebelum dibakar agar bumbu pada daging ayam meresap hingga kedalam. Pada tiap tusuk sate ayam lisidu hanya terdapat 1 bagian daging ayam, Sate lisidu disajikan dari bumbu istimewah dari olahan kacang Tuban yang disangrai terlebih dahulu sebelum digiling.


 Sate LISIDU
 Jl. Musi No.48, Darmo, Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60241

 

4. Rawon Setan Mbak Endang

Rawon Setan Mbak Endang
Rawon adalah makanan khas Jawa Timur semacam soto tapi berkuah hitam pekat. Warna hitamnya berasal dari bumbu yang bernama kluwak. Rawon biasanya menggunakan bahan daging sapi yang telah dipotong-potong dadu, meski ada juga yang menambahkan campuran jeroan atau kikil sapi. Kadang kita juga bisa mendapati daun so atau daun melinjo dalam masakan rawon.

Rawon disajikan dengan campuran tauge mentah yang akan memunculkan sensasi rasa dan aroma yang menyenangkan ketika dimakan berbarengan dengan kuah rawon yang pekat. Tak lupa taburan bawang merah goreng yang makin mempercantik rasa dan penampilan. Selain rasa kuahnya yang mantap, Rawon Setan terkenal karena potongan daging sapinya berukuran besar dan teksturnya empuk ketika digigit.

Beberapa pilihan lauk disediakan untuk pelengkap, seperti tempe goreng, telur asin, telur pindang, empal daging, dan perkedel kentang. Namun di antara semua itu, Rawon Setan paling pas jika disantap bersama telur asin dan kerupuk udang. Jika suka dengan masakan pedas, anda bisa menambahkan sambal ke dalam rawon. Disini ada bisa memesan rawon dengan nasi terpisah maupun campur.

Rawon Setan Mbak Endang
Jl. Embong Malang No.78/I, Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60261

5. Soto Lamongan Cak Har

Soto Lamongan Cak Har
Mesipun bukan makanan asli Surabaya, namun Surabaya terkenal akan berbagai tempat makan soto Lamongan yang lezat. Salah satu yang terkenal sebagai tujuan wisata kuliner adalah Soto Lamongan Cak Har. Disini, Toppers bisa mencoba berbagai varian Soto Lamongan, mulai dari ceker, ayam, sapi, jeroan, hingga brutu.

Soto Lamongan Cak Har
Jl. Arif Rahman Hakim, Keputih, Sukolilo, Kota SBY, Jawa Timur 60111 


6. Kepiting Kapasan Surabaya

Kepiting Kapasan Surabaya

Untuk penggemar kepiting, tujuan wisata kuliner Surabaya satu ini wajib banget kalian kunjungi. Kepiting Kapasan Surabaya menawarkan kuliner kepiting dengan rasa lezat yang sangat sulit terlupakan. Selain kepiting, tujuan wisata kuliner favorit di Surabaya ini juga menyajikan berbagai menu seafood lezat lainnya.

Kepiting Kapasan Surabaya 
Jl. Kapasan No.27, Kapasan, Simokerto, Kota SBY, Jawa Timur 60141


7. Sego Sambel Mak Yeye

Sego Sambel Mak Yeye

Sego sambel adalah nasi putih yang dihidangkan dengan sambel pedas dan aneka lauk. Salah satu warung yang menjajakan Sego Sambel paling populer adalah Sego Sambel Mak Yeye. Saking lezat dan terkenalnya, tujuan wisata kuliner Surabaya satu ini tak pernah sepi pengunjung dan selalu terlihat antiran terutama di jam-jam makan malam dan makan siang.


Tempatnya tak mewah, hanya lapak dengan atap terpal ditopang kayu. Warung Mak Yeye berada di pinggir Jalan Jagir Wonokromo Wetan, Surabaya, Jawa Timur. Tepatnya warung menu makanan Sego Sambel (sambal) Iwak Pe itu berada di depan Toko Alat Elektronik Pendowo, di sebelah utara Gedung Darmo Trade Center (DTC), bekas Pasar Tradisional Wonokromo.


Meski hanya lapak sederhana di pinggir jalan, Sego Sambel Iwak Pe Mak Yeye menjadi primadona di Kota Pahlawan. Bahkan, bisa dibilang sudah menjadi ikon makanan khas tengah malam warung kaki lima (PKL) di Surabaya

Langganan Mak Yeye sendiri, mulai dari kalangan mahasiswa yang kuliah di Surabaya, buruh pabrik, pengayuh bejak, pegawai kantoran, bahkan anggota polisi juga menjadi langganannya lho gaes.

Sego Sambel Mak Yeye
Jl. Jagir Wonokromo Wetan No.10, RT.005/RW.06, Jagir, Wonokromo, Kota SBY,
Jawa Timur 60244


8. Bebek Goreng Sinjay

Bebek Goreng Sinjay

Bebek Goreng Sinjay adalah salah satu panganan Surabaya yang kini tengah populer. Nggak heran wisata kuliner di Surabaya tidak akan lengkap tanpa merasakan empuk dan gurihnya bebek goreng Sinjay khas Surabaya ini.


Bebek sinjay awalnya memang terkenal hanya di Madura saja. Namun sekarang sudah ada cabangnya di Surabaya. Yang khas dari bebek sinjay ini adalah sambal pencitnya yang aduhai, dijamin bikin ketagihan deh.

Bebek Goreng Sinjay
  • Kaza City- Foodcourt No.5 No.45, Jl. Kapas Krampung Blok B, Tambakrejo, Simokerto, Kota SBY, Jawa Timur 60133
  • Jl. Dharmahusada No.160B, Mojo, Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285
  • Ruko Grand Ahmad Yani, Jl. Ahmad Yani, Jemur Wonosari, Wonocolo, Kota SBY, Jawa Timur 60237
  • Jl. Mayjen HR. Muhammad No.71, Pradahkalikendal, Dukuh Pakis, Kota SBY, Jawa Timur 60226


9. Depot Bu Rudy

Depot Bu Rudy

Destinasi wisata kuliner Surabaya yang terkenal selanjutnya adalah Depot Bu Rudy yang terkenal akan sambal bawang-nya. Sambal ini sangat sedap menemani berbagai hidangan mulai dari  Udang Empal, Udang Tepung Goreng, Empal Dengan Bumbu Mantap dan berbagai hidangan khas Nusantara lainnya.


Bu Rudy berkisah bahwa dirinya lahir di Madiun tahun 1953, saat peristiwa PKI memberi efek negatif kepada kota kelahirannya. "Zaman itu sangat susah, apa yang bisa dimasak saat itu?" ungkap Bu Rudy.    Demi kehidupan yang lebih baik, Bu Rudy muda akhirnya merantau ke Surabaya. Ia memulai bisnis sepatu di Pasar Turi dan bertemu jodoh di Surabaya. Kebetulan sang suami hobi memancing, sehingga ia sering diberi ikan oleh suami yang pulang memancing.

Dari sana ia mengundang kawan-kawannya untuk makan bersama. Kawannya kemudian mendorong Bu Rudy untuk menjual masakannya. Setelah Pasar Turi terbakar, Bu Rudy fokus menjual makanan. Pada tahun 2000 ia berjualan makanan di mobil. Hidangan andalannya adalah nasi dan sambal udang.

Depot Bu Rudy
Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.6a, Pacar Keling,
Tambaksari, Kota SBY, Jawa Timur 60131


10 Cumi Waspada

Cumi Waspada

Nasi putih dengan full lauk cumi masak tinta, mie goreng, babat, paru, usus, tahu, sebutir telur dan gorengan peyek udang crunchy yang menggoyang lidah kalian, hmm yummy.

Makin sedap jika ditemani dengan es jeruk yang menyegarkan. Kedai ini buka hanya di tengah malam saja namun karena banyak pelanggannya maka kedai ini buka 24 jam. Nah jika tidak ingin kehabisan maka ada baiknya kalian datang lebih awal untuk menikmati kelezatan seporsi nasi cumi tersebut.  Jalan – jalan ke Surabaya jangan lupa buat mencoba nasi Cumi Waspada ya!

Cumi Waspada 
Jl. Waspada No. 2-4, Bongkaran, Pabean Cantian, Bongkaran, Pabean Cantian,
Kota SBY, Jawa Timur 60161



Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments