Breaking

Thursday, June 13, 2019

Oleh - oleh Khas Pekalongan


wistakul.com -  Pekalongan sering kali menjadi tempat transit bagi para pemudik ketika musim Lebaran. Kota pesisir ini memang menarik, punya berbagai produk kuliner dan kerajinan tangan. Jarak Pekalongan yang tidak terlalu jauh dari Jakarta juga memungkinkan para pemudik untuk membawa kuliner asli Pekalongan. Berikut adalah lima oleh-oleh yang terbilang tidak biasa, dapat dibawa pulang dari Pekalongan:



1. Limun Oriental Cap Nyonya


Inilah soda legendaris asli Jawa yang sudah ada sejak 1920. Sampai sekarang pabrik limun ini masih eksis di Jalan Rajawali Utara. Dahulu limun ini sempat disebut sebagai Banyu Londo atau airnya Belanda lantaran hanya dapat dinikmati oleh kaum bangsawan dan Belanda. Sampai saat ini orang Pekalongan masih membeli minuman soda ini untuk perayaan Hari Raya.

2. Tauto

Tauto berasal dari nama makanan Tiongkok yang bernama Caudo yakni sebuah makanan yang berkuah, yang pertama kali dipopulerkan di wilayah Semarang. Lambat laun orang pribumi khususnya Jawa memberikan sebutan Soto yang berasal dari Homofon Caudo.

Kalau di Makasar makanan ini disebut Coto dan di daerah Pekalongan sendiri, masyarakat menyebutnya Tauto. Makanan yang dulunya untuk masyarakat pecinan ini seiring dengan berjalannya waktu, orang pribumi pun menjadikan makanan ini menjadi bagian dari kuliner mereka. Tak terkecuali masyarakat Pekalongan juga ikut menjadikan makanan ini sebagai kuliner mereka, tak cukup dengan menikmatinya saja masyarakat Pekalongan rupanya menyesuaikan olahan Caudo ini dengan bumbu-bumbu khusus agar pas dengan lidah mereka.

Beda dengan tauco, tauto adalah olahan makanan jadi dari Pekalongan yang sebenarnya terdiri dari singkatan tauco dan soto. Rasanya sangat khas, soto dengan warna kemerahan dengan cita rasa asam dari tauco dan sedikit rasa pahit. Disiram perasan jeruk nipis, sangat nikmat!

Sangat sulit menemukan olahan tauto lezat di Jakarta, untuk itu memboyong tauto ke Jakarta sebenarnya bukan hal mustahil. Para pedagang tauto di Pekalongan biasa akan membungkus isian tauto dan kuah secara terpisah jika diminta untuk oleh-oleh. Sesampainya di rumah, jika belum ingin disantap dapat disimpan terlebih dahulu di kulkas. Kuah tauto tahan 1-2 hari di luar pendingin ruangan.

3. Kecap Pulau Djawa 

Setiap daerah di Jawa punya produsen kecap andalan.  Bagi perantau, kecap ini memberi cita rasa kampung halaman. Di Pekalongan, kecap yang terkenal adalah merek Kecap Pulau Djawa. Kecap jadi elemen penting warga pekalongan dalam mengolah masakan, apalagi kota ini juga terkenal sebagai asal para penjaja nasi goreng di ibu kota.



4. Tauco 

Bagi sebagian orang tauco terdengar asing. Ini adalah kacang kedelai yang direbus, dihaluskan, kemudian difermentasi sehingga menimbulkan rasa asam yang khas dan mengeluarkan harum kacang kedelai hingga maksimal.

Kalau mencari tauco dari Tanah Jawa, Pekalongan dapat menjadi pilihan. Sebab kualitas tauco di sini tak diragukan lagi. Orang Pekalongan gemar memanfaatkan tauco untuk berbagai masakan. Tauco dapat dicari di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Sentiling atau warung makan yang menjual oleh-oleh seperti Soto Bang Dul.

5. Kopi khas Pekalongan 

Jika Anda pecinta kopi, ada dua kopi yang layak diburu di Pekalongan. Pertama adalah kopi ronggeng. Ini adalah minuman khas masyarakat Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen. Kopi ini berasal dari pohon robusta dari hutan lokal Desa Kutorojo. Kopi diolah bersama gula aren asli. Terbayang harum dan legitnya kopi ini. Nama kopi ronggeng diambil lantaran dahulu para penduduk desa gemar meminum kopi ini sambil menonton tari ronggeng. Kedua adalah kopi tahlil. Kopi ini lazimnya disajikan pada saat orang Pekalongan mengikuti acara tahlilan. Kopi ini merupakan racikan dengan berbagai aneka rempah. Rasa dan wanginya khas, dipercaya berkhasiat menambah stamina. Kopi tahlil dapat ditemukan di berbagai warung kopi atau warung nasi menggono di Pekalongan.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments