Breaking

Sunday, July 28, 2019

Indahnya Pasir Putih Aikima di lembah Baliem



wistakul.com - Pasir putih yang unik karena Pasir Putih Aikima ini memiliki tekstur yang sama persis dengan pasir laut dan juga memiliki rasa asin seperti layaknya pasir yang ada di tepi-tepi laut. Banyak bebatuan raksasa yang dapat Anda jadikan sebagai objek foto yang menarik untuk hiasan media sosial Anda.

kurang lebih perjalanan 15 menit dari pusat kota Wamena (7 km dari desa Kerulu). Dapat menggunakan kendaraan umum, rental mobil, maupun taksi. Tidak familiar, Lembah Baliem menjadi destinasi wisata tersembunyi yang membentang di kawasan Pegunungan Jayawijaya.

Lembah memukau ini merupakan kediaman bagi Suku Dani, salah satu suku asli Papua. Pertama kali mengunjungi tempat ini, sangat terheran – heran bagaimana mungkin pasir putih menghampar luas menutup perbukitan, biasanya pasir putih berada di tepi pantai. Bahkan, tak semua pantai memiliki pasir putih yang ada di lembah ini.

Butiran – butiran pasir ini bertekstur halus  menghampar diantara bebatuan cadas berwarna hitam. Berdiri di tempat ini, kita bisa melihat landscape lembah Baliem yang menghampar indah.


Semak belukar hijau yang memagarinya membuat warna pasir ini kian mencolok dan menakjubkan. Lantas dari manakah muasal pasir putih tersebut?

Kabarnya, pasir putih yang berada di pegunungan ini terjadi secara alami. Dahulu kala, tempat dimana pasir putih ini berada adalah sebuah danau yang bernama Danau Wio. Diduga, pasir putih yang kita lihat ini adalah sisa – sisa danau Wio.

Jika Anda tertarik untuk mengunjungi tempat ini, letaknya tak jauh dari pusat Kota Wamena. Diperlukan waktu sekitar 15 – 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor untuk sampai ke tempat ini, yakni di Desa Aikima, Kabupaten Jayawijaya.


Meski berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1600 meter di atas permukaan laut, Lembah Baliem diselimuti hamparan pasir putih nan menawan layaknya sebuah pantai. Terutama kawasan pasir yang membalut dataran tinggi di Desa Aikima, Kabupaten Jayawijaya.


Danau yang surut berubah menjadi Lembah Baliem yang kita kenal hari ini. Sementara sisa aliran air pada retakan di sekitar Danau Wio menjelma Sungai Baliem.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments