Breaking

Friday, July 5, 2019

Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar Jawa Timur




wistakul.com - Makam bapak pendiri Indonesia, Sukarno atau Bung Karno, telah menjadi tujuan favorit bagi para wisatawan religius yang mengunjungi Blitar di Jawa Timur.

Meskipun kurang populer daripada pantai dan taman rekreasi di daerah itu, makam tetap populer di kalangan mereka yang menjunjung tinggi tradisi ziarah selama liburan keagamaan. Ziarah berarti mengunjungi tempat-tempat yang dianggap memiliki inspirasi ilahi atau spiritual. Biasanya, orang mengunjungi makam anggota keluarga mereka atau tokoh masyarakat.

Ia lahir pada tahun 1901 di Surabaya, Jawa Timur. Pada 1950-an selama periode Demokrasi Terpimpin, presiden pertama memperkenalkan konsep politik yang disebut Nasakom, atau kesatuan revolusioner nasionalisme, agama, dan komunisme. Para sejarawan mengatakan bahwa banyak orang Indonesia cenderung menggarisbawahi peran Sukarno dalam kelahiran Pancasila sambil dengan mudah melupakan ide-ide kirinya.

Banyak turis termasuk makam Sukarno di antara kunjungan ziarah ke kuburan Wali Songo, sembilan orang bijak yang diyakini telah membawa Islam ke kepulauan.


Namun, selama liburan sekolah pengunjung pergi ke sana untuk tujuan pendidikan, dengan bus dari sekolah menurunkan hingga 1.000 anak-anak di lokasi.

Namun, beberapa orang berkunjung sebagai bagian dari tradisi mudik mereka.


Terlepas dari hubungan erat dengan wisata spiritual, pemerintahan Blitar dan keluarga Sukarno terus mengembangkan makam Sukarno untuk aspek wisata lainnya juga. Selama masa kepresidenan putri Sukarno, Megawati Soekarnoputri, pemerintah membangun Perpustakaan Bung Karno sebagai bagian dari perluasan kompleks makam.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments