Breaking

Sunday, September 15, 2019

Benteng Belgica, Bekas Kolonial Belanda



wistakul.com - Benteng yang satu ini dibangun oleh Portugis, dan dibangun kembali oleh Belanda pada tanggal 4 september 1611 oleh Gubernur Jendral VOC Pieter Both. Letak benteng ini berada di kawasan Bukit Tabaleku Naira Tenggara, Pulau Neira, Maluku. Benteng ini dulunya digunakan untuk menghalau masyarakat Banda yang melawan monopoli perdagangan pala oleh VOC.

Ternyata Benteng Belgica sendiri pernah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995 lho.

Benteng ini memiliki bentuk seperti persegi lima apabila dilihat dari atas. Benteng ini terletak di ketinggian 30 m dari permukaan laut dan memiliki pemandangan yang sangat indah.

Awalnya, dalam pembangunan Benteng Belgica ini dilakukan sebagai benteng pengganti Benteng Nassau yang letaknya sangat dekat dengan bibir pantai.

Posisi bangunan Benteng Nassau terlalu rendah dan sangat serangan lawan. Dan pada akhirnya, dibuatlah Benteng Belgica oleh VOC serta dilengkapi dengan sebuah terowongan yang menghubungkan kedua benteng ini.

Kala itu benteng yang bernama Fort Belgica berfungsi sebagai simbol penegasan kuasa VOC atas perlawanan masyarakat Banda terhadap monopoli perdagangan mereka. Tepat tanggal 9 Agustus 1662 di bawah instruki Jan Pieter Coen, Benteng Belgica direnovasi dan diperbesar sehingga mampu menampung 30 – 40 serdadu militer.

Ternyata benteng yang telah diperbaiki tersebut dirobohkan pada tahun 1669, dan sebagian bahan bangunannya digunakan untuk membangun kembali sebuah benteng di lokasi yang sama. Pembangunan kali ini dilaksanakan atas perintah Cornelis Speelman.

Seorang insinyur bernama Adriaan Leeuw ditugaskan untuk merancang dan mengawasi pembangunan Benteng Belgica yang memakan biaya sebesar 309.802,15 Gulden.

Ternyata biaya membengkak karena dikorupsi beberapa orang yang terlibat di dalamnya. Dalam perbaikan Benteng Belgica telah memakan waktu 19 bulan untuk meratakan bukit guna membuat pondasi benteng.

Akhirnya benteng ini selesai pada tahun 1672. Dan tahun 1795, Benteng dipugar oleh Francois van Boeckholtz. Alasan dalam pemugaran ini dilaksanakan persiapan untuk menghadapi serangan Inggris.

Selang satu tahun, pada tanggal 8 Maret 1796, Benteng Belgica direbut oleh pasukan Inggris. Setelah di rebut oleh pasukan Inggris, Benteng Belgica dipugar lagi pada tahun 1911 oleh Craft van Limburg Stirum, seorang gubernur jenderal Belanda lho.

Di dalam bangunan terdapat 7 ruang perwira, 2 ruang tahanan yang masing-masing terdapat 2 ruangan didalamnya, 1 ruang rapat, 1 ruang barak serta 2 ruangan lainnya yang belum diketahui fungsinya serta memiliki 5 buah bastiong yang berukuran 16 x 16 M. Di bagian dalam masing-masing bastion terdapat menara pengintai. Untuk dapat naik ke menara pengintai disediakan tangga besi yang tampaknya pada saat pemugaran sudah diganti. Kondisi tangga saat ini sebagian sudah mulai rusak dan berkarat.


Secara keseluruhan kondisi benteng yang pernah dipugar oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Yayasan Warisan Budaya Banda dengan bantuan dana dari Menhamkam pada tahun 1991 ini masih dalam keadaan baik. Hanya di beberapa bagian dinding ditumbuhi oleh lumut dan rumput liar. Hal ini yang perlu menjadi perhatian karena dapat merusak dinding benteng. Perlu diketahui bersama, bahwa semenjak 2015 Benteng ini telah resmi terdaftar sebagai Cagar Budaya peringkat nasional.

Destinasi wisata ini dibuka pada pukul 08.00-17.00 dengan harga Rp 20.000.


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments